Pemanfaatan Solar Industri yang disediakan PT. Kuda Laut Timor hanya 15 persen. Menurutnya, hanya ada satu sampai tiga perusahaan saja yang memanfaatkan BBM Industri. Sedangkan ada sejumlah perusahaan besar tidak pernah membeli solar industri. Padahal, jumlah proyek di Belu dengan volume besar cukup banyak.
“Saya punya data. Sejumlah perusahaan besar di Belu tidak pernah beli solar industri. Yang beli solar industri hanya satu sampai dua perusahan saja. Lalu mereka ambil BBM dimana karena stok dexalite di SPBU Fatubanao juga tidak seberapa banyak,” tukasnya.
Pantauan media, BBM jenis solar semakin langka terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Atambua, Kabupaten Belu, Timor Barat, Perbatasan RI-Timor Leste. Sejumlah pengendara angkutan umum dan barang harus rela antri lama akibat sulitnya mendapat solar. Kelangkaan Solar ini sudah terjadi sejak pekan lalu hingga hari ini, Selasa (02/07/2019) pagi.
Pantauan Pena Batas RI-RDTL, kondisi tersebut terlihat di SPBU Halifehan – Kecamatan Kota Atambua, SPBU Wekatimun – Sesekoe – Kecamatan Atambua Barat, SPBU Wekatimun -Kecamatan Atambua Barat, SPBU Dari babak – Atambua Selatan, SPBU Naresa – Kecamatan Tasifeto Barat, dan SPBU Halilulik – Tasifeto Barat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
