Diduga Ada Mafia BBM Subsidi Oleh Beberapa Perusahaan di Perbatasan RI-RDTL

IMG 20190702 WA0076
Sejumlah Truk milik perusahaan Industri ikut antre di SPBU Halifehan

Pemanfaatan Solar Industri yang disediakan PT. Kuda Laut Timor hanya 15 persen. Menurutnya, hanya ada satu sampai tiga perusahaan saja yang memanfaatkan BBM Industri. Sedangkan ada sejumlah perusahaan besar tidak pernah membeli solar industri. Padahal, jumlah proyek di Belu dengan volume besar cukup banyak.

“Saya punya data. Sejumlah perusahaan besar di Belu tidak pernah beli solar industri. Yang beli solar industri hanya satu sampai dua perusahan saja. Lalu mereka ambil BBM dimana karena stok dexalite di SPBU Fatubanao juga tidak seberapa banyak,” tukasnya.

Pantauan media, BBM jenis solar semakin langka terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Atambua, Kabupaten Belu, Timor Barat, Perbatasan RI-Timor Leste. Sejumlah pengendara angkutan umum dan barang harus rela antri lama akibat sulitnya mendapat solar. Kelangkaan Solar ini sudah terjadi sejak pekan lalu hingga hari ini, Selasa (02/07/2019) pagi.

Pantauan Pena Batas RI-RDTL, kondisi tersebut terlihat di SPBU Halifehan – Kecamatan Kota Atambua, SPBU Wekatimun – Sesekoe – Kecamatan Atambua Barat, SPBU Wekatimun -Kecamatan Atambua Barat, SPBU Dari babak – Atambua Selatan, SPBU Naresa – Kecamatan Tasifeto Barat, dan SPBU Halilulik – Tasifeto Barat.



Exit mobile version