“Padahal, di puskesmas itu sudah tersedia fasilitas mes untuk tempat tinggal para medis,” ungkap Maternus Fatin Seran, keluarga korban. Ia menambahkan bahwa dokter yang bertugas lebih memilih tinggal di Betun, begitu pula kepala puskesmas.
Situasi ini dinilai bertentangan dengan standar pelayanan kesehatan darurat yang mewajibkan respons cepat, terutama dalam kasus ibu hamil.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Puskesmas Sarina belum memberikan keterangan resmi. Masyarakat kini mempertanyakan keamanan layanan kesehatan dasar, terutama ketika nyawa ibu dan bayi dipertaruhkan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












