“Kronologi saya dikeroyok pas habis dari rumahkan videocall kan maitua online ditelepon tidak angkat saya berinisiatif untuk alihkan panggilan pas lihat banyak nomor kontak laki-laki pas lihat ada chatting masuk sudah tidur ka dia langsung marah dia langsung alihkan telepon sambil merespon terserah to mau simpan laki-laki punya nomor hak saya lu punya nomor saya tidak cek ,” beber Agusto.
Terus lanjut Agusto, di jam 12 malam korban langsung menuju ke Haek riit dengan janji masuk lewat jendela oleh Dw minta Agusto lompat pelan-pelan takut ketahuan orang tua DW.
“Setelah masuk saya langsung ambil hp terus langsung cek akan tetapi dia langsung rampas saya langsung pukul setelah pukul karena orang tua masih di lorong dengar langsung masuk tarik di leher langsung saya jatuh di lantai sampai di depan pintu rumah lalu berteriak pencuri-pencuri warga datang pukul harbabiruk pukul tendang, seret tangan saya diikat sampai leher saya mau digantung untung ada pak RT yang menegur tidak usa ini bukan binatang,” jelas Agusto dengan nada trauma.
Keluarga korban Agusto meminta pihak berwajib dalam hal ini Kepolisian Resor Belu segera tangkap pelaku tindak pidana Pengeroyokan. “Harapan saya pelaku pengeroyokan dipidanakan harus di proses sesuai aturan yang berlaku,” harapnya.
Untuk diketahui, nama-nama pelaku tindak pidana pengeroyokan terhadap korban Agusto Goveia Leite diantaranya Bapanya DW, Ek, Ib, Enz, dan Adm.***
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
