Yakob mengaku kemudian mendapat pukulan hingga terjatuh ke tanah.
“Pak Ongki pukul saya sampai saya jatuh di tanah. Kemudian dia naik lagi di perut saya, baru pukul lagi,” ujarnya.
Ia juga mengaku mengalami muntah-muntah setelah kejadian tersebut.
“Mungkin karena pukulan terlalu banyak di badan saya, sampai muntah-muntah beberapa kali,” katanya.
Yakob berharap laporan yang telah dibuatnya di Polres TTS dapat diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Ia meminta kepolisian memeriksa seluruh pihak yang mengetahui peristiwa tersebut serta menguji setiap keterangan dan bukti secara objektif.
“Saya berharap agar laporan saya diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Jangan nanti yang salah dibenarkan dan yang benar disalahkan,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak terlapor, Ongki Frederik Olla, maupun pihak Kopdit Swasti Sari terkait laporan dan tuduhan yang disampaikan Yakob.
Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Ongki Frederik Olla maupun pihak Kopdit Swasti Sari untuk memberikan penjelasan terkait pemberitaan ini.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
