“Ingat ini sudah hari ke 29, program 100 hari belum nampak” timpalnya.
Senada dengan Odorikus dan Patris, anggota DPRD Nagekeo lainya Wenslaus Mane juga mengingatkan pemerintah agar program cetak sawah baru ini harus mempertimbangkan kondisi geografis lahan terhadap elevasi sumber air yang berasal dari embung.
Meski PDI Perjuangkan merupakan partai pengusung Bupati Nagekeo pada pilkada lalu akan tetapi Wenslaus tetapi auto kritik terhadap kinerja dan kebijakan pemerintah. Dinas teknis harus bisa melakukan rekayasa lingkungan maupun teknis ekstensifikasi pertanian sehingga lahan dicetak tidak mubazir.
“Dinas teknis juga perlu memperhitungkan lagi soal perubahan musim, saat ini kan peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, ya jangan sampai habis cetak sawah tidak fungsional” ujar Wenslaus.
Terpisah, Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Nagekeo Anselmus Mere. Terkait dengan persiapan menyukseskan program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati khusus wacana cetak lahan baru ini, Dinas PUPR telah menyiapkan 2 unit alat berat jenis eksavator. Kegiatan cetak sawah baru ini akan dimulai di lahan seputaran embung Tiwa Desa Tengatiba, Kecamatan Aesesa Selatan. “Saat ini koya tengah melakukan asistensi, untuk segera dieksekusi” ujar Ansel Mere.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












