Kolbano Flobamora-News.Com Kekhawatiran masyarakat Desa Spaha, Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), semakin menguat terkait dugaan penyelewengan dan korupsi dana desa sebesar Rp432.588.000 yang dialokasikan untuk pembangunan rabat beton tahun 2024. Proyek yang direncanakan sepanjang 2 kilometer ternyata hanya terealisasi 1.660 meter, dengan kualitas material yang sangat buruk sehingga jalan sudah rusak berat hanya 4 bulan setelah penyelesaian. Lebih lanjut, warga mengungkapkan bahwa semua keuangan proyek tersebut dikelola oleh istri Kepala Desa.
Pembangunan rabat beton yang berjalan sejak 1 September 2024 hingga April 2025 direncanakan memiliki lebar 1,5 meter, terbagi rata 1 kilometer di Dusun I dan 1 kilometer di Dusun II. Namun, pantauan awak media dan keterangan warga menunjukkan realisasi yang jauh dari perencanaan.
“Salah satu warga, Anderias Taneo, menjelaskan kepada media pada Minggu (14/12/2025) bahwa di Dusun II hanya dibangun sekitar 740 meter – tersisa 260 meter. Di Dusun I, dari rencana 1 kilometer, yang dikerjakan hanya 920 meter – masih kurang 80 meter,” ungkap sumber di lokasi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
