Beranda Ekonomi Bisnis APPDS Kota Kupang Siap Sediakan Daging Berkualitas

APPDS Kota Kupang Siap Sediakan Daging Berkualitas

21
0

KUPANG, Flobamora-news.com –Jelang memasuki hari Raya Natal dan perayaan Tahun Baru 2020 masyarakat sibuk dengan persiapan persiapan menyambut perayaan yang cenderung diwarnai dengan acara silahturahmi yang tidak terlepas dari mempersiapkan makanan maupun panganan kecil saat berkumpul bersama keluarga ataupun saat berkumpul pada acara acara yang sengaja dipersiapkan sebagai bentuk syukur telah dapat melewati perayaan Natal dengan damai serta perayaan tutup tahun.

Sebagai salah satu wadah yang memiliki aktifitas pemotongan hewan, Asosiasi Penjagal dan Penyedia Daging Sapi (APPDS) Kota Kupang, melalui Ketua Asosiasinya  Markus Ndun dengan mengajak seluruh penjagal baik yang tergabung dalam asosiasi maupun para penjagal diluar asosiasi berkomitmen untuk dapat mematuhi segala peraturan dalam melakukan pemotongan hewan dengan selalu memanfaatkan RPH yang resmi di kota Kupang sehingga dapat menyediakan daging sapi yang layak konsumsi, Sebab dengan adanya penyediaan daging yang berkualitas, juga bisa meningkatkan gizi masyarakat.

“Ini penting karena dari RPH daging akan disebarkan oleh pedagang ke mana-mana. Makanya harus baik cara jagalnya. Dengan mengindahkan peraturan maka akan dapat menyediakan daging bermutu guna memenuhi kebutuhan masyarakat” kata Markus.

Secara terpisah menurut dokter hewan pada Dinas Peternakan Prov.NTT drh. Hendrina bahwa pemotongan hewan yang dilakukan di Rumah Potong Hewan resmi akan mendapatkan pemeriksaan sebelum dilakukan pemotongan oleh doter hewan guna menghindari adanya Virus maupun bakteri berbahaya yang disebabkan oleh hewan yang menghidap satu penyakit. Dimana tahapan ini merupakan bentuk pengawasan melekat guna menghindari tersebarnya penyakit serta untuk mempertahankan kualitas daging yang diperdagangkan.

“Hewan sapi yang diperbolehkan untuk dilkaukan pemotongan adalah sapi jantan , sedangkan untuk sapi betina dapat dilakukan pemotongan jika sapi dimaksud sudah tidak produktif lagi yang dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter hewan bahwa sapi betina dimaksud tidak produktif lagi”, jelas Hendrina.

Para penjagal di setiap Rumah Potong Hewan sebelumnya telah diberikan Bimbingan Teknis dengan tujuan agar dalam melakukan aksi penjagalan sesuai dengan tata dan cara yang baik, agar bisa menghasilkan daging berkualitas.


Reporter: Robert


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here