Fadli Zon: Indonesia Perlu Menemukan Kembali Identitasnya

Avatar photo
Reporter : JMSI Editor: Redaksi
IMG 20250818 WA0029

Okky menegaskan, sejarah kebudayaan bangsa ini selalu diawali oleh perlawanan terhadap model dominan. “Sutan Takdir, Hamzah Fansuri, para pelopor itu melakukan perlawanan atas dominasi wacana,” ujarnya. Karena itu, ia mendukung langkah menulis ulang sejarah Indonesia. Tapi dengan satu syarat: “Penulisan sejarah harus melibatkan publik, akademisi, sastrawan, bukan hanya pemerintah. Harus ada forum bersama.”

Yang lebih penting, tegasnya, adalah kebebasan berbicara dan berkebudayaan. “Jangan ada pembungkaman. Jangan ada narasi tunggal,” katanya, menyuarakan kegalauan banyak kalangan yang merasa ruang-ruang kritik semakin sempit.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Alfathri: Pendidikan Kini Sekadar Mencetak Tukang

Dari sudut pemikiran filosofis, Alfathri Adlin memulai dengan mengutip Hegel: “Masyarakat dan pemerintah tak pernah belajar dari sejarah. Mereka terus mengulang kesalahan yang sama.” Ia menyentil konsep white man’s burden yang menjadi justifikasi kolonialisme, sekaligus menyalahkan sistem pendidikan kita hari ini yang masih menurunkan warisan Barat secara membabi buta.

Disclaimer:
Artikel Ini Merupakan Kerja Sama Flobamora-News.Com Dengan JMSI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JMSI.