Komitmen serupa disampaikan Kepala Desa Tune, Aderiana Pilis. Ia menegaskan pemerintah desa mendukung penuh seluruh kelompok masyarakat yang terlibat dalam penyelenggaraan festival, termasuk rencana besar menjadikan kawasan Bubneo sebagai destinasi wisata budaya.
Menurutnya, pengembangan kawasan wisata telah lama menjadi pembahasan pemerintah desa karena diyakini mampu meningkatkan pendapatan desa sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur, terutama akses jalan menuju lokasi festival.
Sementara itu, tokoh adat Agustinus Baun mengingatkan bahwa ritual adat yang dilaksanakan bukanlah bentuk penyembahan berhala, melainkan sarana pendidikan budaya bagi generasi muda.
Ia menjelaskan tradisi tersebut menjadi media untuk mengenalkan silsilah keluarga, aturan adat, hingga tata cara perkawinan yang benar dalam masyarakat Mollo agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
“Di tengah derasnya pengaruh teknologi dan gawai, anak-anak muda perlu mengenal akar budayanya. Tradisi inilah yang menjaga jati diri masyarakat Mollo tetap hidup,” ujarnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










