SOE, Flobamora-news.com – Desa Tune, Kecamatan Tobu, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga warisan budaya leluhur melalui penyelenggaraan Festival Feset Tohalat Mollo yang berlangsung selama tiga hari, 14–16 Juli 2026. Lebih dari sekadar pesta syukuran panen, festival ini menjadi simbol kebangkitan budaya sekaligus langkah strategis menuju pengembangan Desa Tune sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Pulau Timor.
Pelataran Bubneo dipenuhi masyarakat adat, pemerintah, pelajar, kelompok tani, hingga tamu dari desa-desa sekitar yang bersama-sama mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan tradisi, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ketua Panitia, Arid Oematan, menjelaskan festival dirancang agar seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda, dapat memahami nilai-nilai budaya Mollo yang diwariskan turun-temurun.
Hari pertama diawali dengan pembukaan resmi, pertunjukan seni budaya, dan pameran pangan lokal hasil karya masyarakat. Memasuki hari kedua, perhatian tertuju pada berbagai lomba budaya seperti Tarian Bilut, cerita rakyat, serta Tarian Giring-giring yang diikuti pelajar SD dan SMP sebagai bagian dari pendidikan karakter berbasis budaya lokal.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










