TTS.Flobamora-News.Com || Forum Pemerhati Demokrasi Timor (FPDT) melalui Juru Bicaranya, Dony E Tanoen, SE, mengeluarkan pernyataan sikap resmi terkait polemik yang mewarnai proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) tahun 2026. Isu utama yang disorot menyangkut keterlibatan nama Gresyani I Tenistuan, yang dinilai memiliki sejumlah kejanggalan serius dalam proses penentuannya.Selasa 12 Mei 2026
Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun FPDT, hasil seleksi murni menempatkan Gresyani I Tenistuan berada di urutan ke-17 dari keseluruhan peserta. Padahal, kuota yang disediakan dan dibutuhkan untuk perwakilan Paskibraka tingkat Kabupaten TTS hanya berjumlah 15 orang. Fakta ini menimbulkan pertanyaan besar, lantaran muncul dugaan kuat adanya upaya pemaksaan agar nama tersebut tetap masuk dalam daftar akhir, meskipun secara peringkat tidak memenuhi syarat.
Indikasi Intervensi Komisi I DPRD TTS
Informasi yang diterima FPDT menyebutkan adanya tekanan dan campur tangan yang dilakukan oleh pihak Komisi I DPRD TTS. Diduga keras, lembaga legislatif tersebut “memaksakan” masuknya nama Gresyani I Tenistuan ke dalam daftar peserta lolos, terlepas dari hasil penilaian objektif tim seleksi. Hal ini dinilai sangat menyimpang, karena proses seleksi seharusnya murni didasarkan pada kemampuan, prestasi, dan kriteria yang telah ditetapkan, bukan kepentingan atau rekomendasi pihak tertentu.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












