FPDT Sorot Polemik Seleksi Paskibraka TTS: Ada Indikasi Intervensi Politik dan Pemaksaan Nama

Avatar photo
IMG20250830130956

 

Kejanggalan makin terasa ketika melihat proses klarifikasi yang berlangsung berulang kali. Pada pekan lalu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) TTS telah menggelar rapat klarifikasi bersama seluruh pihak terkait guna membahas hasil seleksi. Namun, hal yang mengherankan terjadi: Gresyani I Tenistuan kembali dipanggil untuk menjalani proses klarifikasi kedua. Menurut pandangan FPDT, langkah ini tidak wajar dan memunculkan kecurigaan bahwa ada upaya rekayasa hasil demi mengakomodir kepentingan tertentu.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

 

Potensi Politisasi Anak Harus Dihentikan

Kami di FPDT sangat khawatir bahwa nama yang bersangkutan hanya dijadikan alat atau objek kepentingan politik semata. Ada indikasi bahwa nama ini merupakan bentuk “titipan” yang gagal terakomodir pada tahap seleksi awal, sehingga kemudian didesak masuk melalui jalur lain yang tidak resmi.

 

FPDT menegaskan, tindakan ini adalah bentuk intervensi politik yang nyata terhadap proses yang seharusnya bersifat murni, objektif, transparan, dan bebas dari campur tangan pihak mana pun. Seleksi Paskibraka bukan ajang pembagian jabatan atau hadiah politik, melainkan proses menjaring generasi muda terbaik yang akan menjadi simbol kehormatan negara.