Kejanggalan makin terasa ketika melihat proses klarifikasi yang berlangsung berulang kali. Pada pekan lalu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) TTS telah menggelar rapat klarifikasi bersama seluruh pihak terkait guna membahas hasil seleksi. Namun, hal yang mengherankan terjadi: Gresyani I Tenistuan kembali dipanggil untuk menjalani proses klarifikasi kedua. Menurut pandangan FPDT, langkah ini tidak wajar dan memunculkan kecurigaan bahwa ada upaya rekayasa hasil demi mengakomodir kepentingan tertentu.
Potensi Politisasi Anak Harus Dihentikan
Kami di FPDT sangat khawatir bahwa nama yang bersangkutan hanya dijadikan alat atau objek kepentingan politik semata. Ada indikasi bahwa nama ini merupakan bentuk “titipan” yang gagal terakomodir pada tahap seleksi awal, sehingga kemudian didesak masuk melalui jalur lain yang tidak resmi.
FPDT menegaskan, tindakan ini adalah bentuk intervensi politik yang nyata terhadap proses yang seharusnya bersifat murni, objektif, transparan, dan bebas dari campur tangan pihak mana pun. Seleksi Paskibraka bukan ajang pembagian jabatan atau hadiah politik, melainkan proses menjaring generasi muda terbaik yang akan menjadi simbol kehormatan negara.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












