Meskipun telah berabad-abad berjuang, tantangan bagi perempuan Indonesia masih tetap ada, termasuk di Kabupaten Malaka. Dalam momentum merayakan Hari Pergerakan Perempuan tahun ini, Dewan Pimpinan Cabang GMNI Malaka mengangkat isu-isu yang semakin mengkhawatirkan yang terjadi di wilayahnya. “Kami dari GMNI Malaka melihat dengan prihatin bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Malaka terus meningkat, terutama kasus kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan kekerasan terhadap anak serta perempuan di bawah umur,” ungkap Erwin Bani selaku Ketua GMNI Malaka dalam keterangannya.
Menurut pengamatan GMNI Malaka, banyak kasus kekerasan ini masih tersembunyi karena faktor stigma sosial, kurangnya pengetahuan tentang hak-hak, serta keterbatasan akses layanan perlindungan bagi korban. Korban seringkali ragu untuk melaporkan karena takut dikucilkan atau tidak dipercaya, sehingga kasus yang tercatat hanya sebagian kecil dari total kejadian yang sebenarnya. Hal ini membuat situasi semakin parah dan membahayakan kesejahteraan perempuan dan anak di daerah tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
