Maksima Ika (51) mengaku senang bisa mendapatkan beras murah yang harganya jauh lebih murah dari harga beras di Pasar Nangaroro. Ibu rumah tangga asal Desa Woewutu, Kecamatan Nangaroro itu membeli 10 kilogram beras SPHP dalam kemasan 5 kg. “Memang batasnya 20 kilo per orang tapi saya ambil hanya 10 kilo sesuai kemampuan” ungkapnya.
Margaretha Noi (42) ibu rumah tangga lainya mengaku beras murah Dinas Pangan Daerah Kabupaten Nagekeo sangat membantu masyarakat apalagi saat ini beras di wilayah Kecamatan Nangaroro dan sekitar harganya semakin mahal.
Warga berharap kegiatan pangan murah ini bisa terus dilaksanakan oleh Pemerintah bersama Bulog dalam rangka mengurangi beban masyarakat.
“Di pasar ada yang Rp 15 ribu, kalau jual ecer di kios-kios malah sampai Rp. 16 ribu” bebernya.
Kepala Dinas Pangan Daerah Kabupaten Nagekeo Yosefina Hutmin menjelaskan bahwa gerakan Pangan murah Dinas dilaksanakan dalam rangka menyongsong hari raya Idul Fitri tahun 2025. Kegiatan ini kata Yosefina dilakukan serentak secara Nasional yang mana Dinas Pangan bekerjasama dengan PT Pos Indonesia dan Perum Bulog.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












