Ia menjelaskan, dari total 233 proposal yang diterima, dewan juri menetapkan 13 proposal terbaik, yang terdiri dari sembilan kategori individu dan empat kategori kelompok, melibatkan 20 jurnalis dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk kawasan timur Indonesia.
Menurut Umar, jurnalisme keberlanjutan saat ini menuntut lebih dari sekadar kemampuan menulis berita. Seorang jurnalis juga dituntut memiliki sensitivitas terhadap isu lingkungan serta keterlibatan langsung dalam upaya pelestarian dan pembangunan berkelanjutan.
“Para peserta yang terpilih menunjukkan rasa ingin tahu yang kuat, pemahaman mendalam terhadap isu keberlanjutan, dan dalam banyak kasus terlibat langsung dalam aktivitas pelestarian lingkungan. Hal ini menjadi modal penting untuk menghasilkan karya jurnalistik yang lebih mendalam, berkualitas, dan berdampak bagi masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Regional Program Manager ASEAN Global Reporting Initiative (GRI), Lany Harijanti, menegaskan bahwa kebutuhan akan jurnalisme keberlanjutan semakin meningkat seiring kompleksitas tantangan perubahan iklim, tanggung jawab sosial, dan pembangunan berkelanjutan yang dihadapi dunia saat ini.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












