Opini  

Kabar Gembira dari Sahara

Reporter : Teguh S Editor: Redaksi
IMG 20251108 WA0010

Dalam Perjanjian Fez yang ditandatangani di bulan Maret 1912 Sultan Abdelhafid sepakat menyerahkan kedaulatan Maroko di bawah protektorat Prancis. Namun di bulan November tahun itu juga, Prancis menyerahkan wilayah di selatan, di tepi Samudera Atlantik, kepada Spanyol. Wilayah ini pun dikenal sebagai Sahara Spanyol dan kemudian, setelah Spanyol angkat kaki di tahun 1976, diklaim kelompok Polisario sebagai Sahara Barat.

Setelah Perang Dunia Kedua, Maroko berusaha mendapatkan kedaulatan dan menyatukan kembali wilayah mereka yang dikenal sebagai Greater Morocco atau Maroko Raya. Namun menegakkan benang basah ini tidak mudah.

Setelah Prancis angkat kaki dari Maroko di tahun 1956, pejuang-pejuang Maroko berusaha mendapatkan kembali wilayah mereka di selatan yang masih diduduki Spanyol. Salah satu caranya adalah dengan ikut mendirikan kelompok perlawanan bersenjata yang kemudian menjelma menjadi Polisario atau Front Rakyat untuk Pembebasan Saguia el-Hamra dan Río de Oro.

Tetapi, setelah Spanyol benar-benar angkat kaki dari Sahara — yang sebagian karena krisis politik dan ekonomi — di tahun 1976, sebagian elite Polisario melangkah lebih jauh: melepaskan Sahara Barat dari Kerajaan Maroko.

Disclaimer:
Artikel Ini Merupakan Kerja Sama Flobamora-News.Com Dengan JMSI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JMSI.


Exit mobile version