Dalam Perjanjian Fez yang ditandatangani di bulan Maret 1912 Sultan Abdelhafid sepakat menyerahkan kedaulatan Maroko di bawah protektorat Prancis. Namun di bulan November tahun itu juga, Prancis menyerahkan wilayah di selatan, di tepi Samudera Atlantik, kepada Spanyol. Wilayah ini pun dikenal sebagai Sahara Spanyol dan kemudian, setelah Spanyol angkat kaki di tahun 1976, diklaim kelompok Polisario sebagai Sahara Barat.
Setelah Perang Dunia Kedua, Maroko berusaha mendapatkan kedaulatan dan menyatukan kembali wilayah mereka yang dikenal sebagai Greater Morocco atau Maroko Raya. Namun menegakkan benang basah ini tidak mudah.
Setelah Prancis angkat kaki dari Maroko di tahun 1956, pejuang-pejuang Maroko berusaha mendapatkan kembali wilayah mereka di selatan yang masih diduduki Spanyol. Salah satu caranya adalah dengan ikut mendirikan kelompok perlawanan bersenjata yang kemudian menjelma menjadi Polisario atau Front Rakyat untuk Pembebasan Saguia el-Hamra dan Río de Oro.
Tetapi, setelah Spanyol benar-benar angkat kaki dari Sahara — yang sebagian karena krisis politik dan ekonomi — di tahun 1976, sebagian elite Polisario melangkah lebih jauh: melepaskan Sahara Barat dari Kerajaan Maroko.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
