“Proses penyidikan masih berjalan. Kami telah memeriksa beberapa saksi dan akan memanggil saksi-saksi lainnya dalam waktu dekat,” jelas Iptu Rio. Namun, penjelasan tersebut belum cukup memuaskan keluarga korban yang menginginkan transparansi dan kepastian hukum yang lebih jelas.
Keluarga Agusto mendesak Polres Belu untuk mempercepat proses penyelidikan dan memberikan informasi secara berkala terkait perkembangan kasus. Mereka berharap agar semua pelaku dapat segera diadili dan dihukum sesuai dengan perbuatannya. Keinginan akan keadilan dan rasa aman menjadi harapan utama keluarga korban.
Joni Soares, kakak kandung Agusto, mengungkapkan kekecewaannya atas lambannya proses hukum. “Kami berharap Polres Belu bekerja lebih profesional dan transparan. Kami butuh kepastian hukum, bukan hanya janji,” tegas Joni. Ia menambahkan bahwa keluarga tetap memberikan kepercayaan kepada kepolisian, namun berharap agar kasus ini segera diselesaikan.
Di tengah ketidakpastian ini, masyarakat Desa Manleten juga ikut menyoroti penanganan kasus tersebut. Kepercayaan publik terhadap kinerja Polres Belu dalam menegakkan hukum menjadi taruhannya. Kejelasan dan transparansi dalam proses hukum sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












