“Kelangkaan BBM saat ini sangat mengganggu aktivitas pemerintahan, masyarakat dan perekonomian. Semua sektor terganggu. Kita pikir ini perlu dievaluasi total,” ujar Denison, Sabtu (17/10/2026).
Distribusi Laut Menjadi Kendala Utama
Denison menjelaskan berdasarkan informasi yang disampaikannya, alokasi BBM untuk Kabupaten Rote Ndao sebenarnya masih mencukupi dan belum seluruhnya terserap. Namun ketersediaan tersebut belum sepenuhnya menjamin kelancaran pasokan karena terkendala frekuensi pengiriman melalui jalur laut.
Saat ini kapal pengangkut BBM disebut hanya dapat melakukan sekitar dua kali perjalanan dalam sebulan. Hal tersebut disebabkan kapal harus melayani distribusi ke dua wilayah sekaligus yakni Kabupaten Rote Ndao dan Kabupaten Sabu Raijua.
Kondisi ini dinilai perlu segera dibenahi agar pasokan BBM dapat tiba secara teratur dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Karena itu Denison meminta Pemerintah Kabupaten Rote Ndao segera berkoordinasi secara resmi dengan PT Pertamina Patra Niaga untuk meningkatkan frekuensi pengiriman BBM menjadi minimal empat kali dalam sebulan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








