Menurutnya, sorgum jenis tersebut relatif mudah dibudidayakan dan berpotensi menjadi alternatif komoditas pangan maupun bahan baku industri pakan ternak.
“Di India, sorgum sudah dipakai untuk pabrik pakan ternak. Selama ini kita menanam sorgum hanya untuk konsumsi sendiri. Kalau industrinya belum tersedia, pertanyaannya siapa yang akan membeli dalam jumlah besar?” jelasnya.
Karena itu, Kadin NTT saat ini berupaya membuka peluang kerja sama dengan industri pakan agar sorgum yang nantinya dikembangkan masyarakat memiliki pasar.
“Kami sedang melakukan lobi agar benih ini bisa masuk ke pabrik pakan. Mudah-mudahan tahun depan pabrik pakan sudah menyatakan siap menerima sorgum ini. Kalau sudah ada industrinya, kita bisa menanam dalam jumlah besar karena pasarnya jelas,” ujarnya.
Selain sorgum, Bobby juga mendorong masyarakat TTS untuk lebih serius memanfaatkan potensi pertanian dan peternakan yang dimiliki daerah tersebut.
Ia mencontohkan komoditas cabai yang memiliki permintaan pasar karena menjadi bagian penting dalam konsumsi masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












