Ia menyebut, berdasarkan data BPS tahun 2025, terdapat 125 koperasi aktif di TTS. Menurutnya, keberadaan koperasi tersebut merupakan salah satu modal ekonomi masyarakat yang harus dikembangkan secara maksimal.
Frans mengatakan, tantangan ke depan bukan sekadar membicarakan potensi yang dimiliki TTS, tetapi bagaimana potensi tersebut dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kita harus hadir bukan hanya di ruang-ruang pertemuan. Kadin harus hadir di tengah petani, bersama para peternak, nelayan di Pantai Selatan, pelaku UMKM, anak-anak muda, dan para pengusaha yang ingin membangun Kabupaten Timor Tengah Selatan,” katanya.
Frans kemudian menyampaikan tiga semangat besar yang akan menjadi arah Kadin TTS.
Pertama, TTS Mandiri.
Menurut Frans, hasil pertanian dan peternakan masyarakat tidak boleh berhenti sebagai bahan mentah. Karena itu, diperlukan upaya meningkatkan nilai tambah melalui pengolahan, pengemasan, pemasaran, hingga pembangunan rantai usaha yang lebih baik.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












