Dalam pelaksanaan sosialisasi bahwa ASF ini KMK Fapet Undana menggandeng Pemerintah Kabupaten Ende melalui Dinas Pertanian, Bidang Peternakan. Alexandro mengatakan pihaknya berkesempatan menyampaikan kiat-kiat yang mesti diperhatikan masyarakat peternak dalam menghadapi wabah ASF.
Mahasiswa meminta masyarakat senantiasa menjaga kebersihan kandang dan ketika ada babi yang sakit segera di karantina di kandang lain. Selain itu masyarakat juga untuk sementara menghentikan atau tidak membeli babi dari luar daerah. Karena bisa saja babi yang dibeli dari luar daerah bisa menjadi sumber pembawa penyakit.
“Babi yang mati terkena ASF diharapkan untuk tidak di buang ke kali atau di biarkan begitu saja, tetapi di kuburan agar virus dari babi yang mati tidak menyerang atau menyebar ke babi lain” ujarnya.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian Kabupaten Ende Vinsensius Seran menjelaskan, ASF penyakit menular dan berujung kematian pada babi. Kata Dia, Kabupaten Ende khususnya Desa Tenda Ondo merupakan salah satu desa yang penyebaran ASF sangat cepat dan menyebabkan hampir semua babi mati. Dalam materinya Ia menjelaskan terkait Pengertian ASF, gejalanya pada ternak, serta dampak dari ASF itu sendiri terhadap ternak.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
