Maka ketika rakyat masih hidup dalam kemiskinan ekstrem, ketika angka stunting masih menjadi persoalan, ketika anak-anak masih putus sekolah atau bahkan tidak sekolah, dan ketika kasus kekerasan seksual masih menghantui masyarakat, kemewahan yang dipertontonkan oleh pejabat publik seharusnya menjadi bahan introspeksi, bukan kebanggaan.
Saya tidak sedang mengatakan bahwa HUT RI tidak boleh dirayakan.
Rayakanlah!
Gerak jalanlah!
Pakai pakaian terbaik sekalipun!
Tetapi jangan sampai perayaan itu kehilangan makna.
Jangan sampai kita terlalu sibuk memperindah pakaian, tetapi lupa memperbaiki kehidupan rakyat.
Pemerintah dan wakil rakyat seharusnya menjadikan HUT Kemerdekaan sebagai momentum untuk menghadirkan rakyat yang selama ini berada di pinggir. Ajak mereka terlibat. Berikan ruang kepada kelompok miskin, penyandang disabilitas, anak-anak dari keluarga tidak mampu, petani kecil, nelayan, pedagang kecil dan masyarakat di pelosok untuk menjadi bagian utama dari perayaan.
Sebab kemerdekaan bukan hanya milik mereka yang punya jabatan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
