“Apa yang sudah dilakukan Marno tidak hanya berhenti pada saat menjadi sarjana. Yang paling penting adalah bagaimana ia terus berkarya, mengembangkan diri, dan memberikan manfaat bagi masyarakat di mana pun ia berada,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kemampuan kepemimpinan, integritas moral, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
Keberhasilan Marno Bunda menjadi refleksi nyata bahwa pendidikan tinggi sesungguhnya merupakan proses pembentukan manusia seutuhnya. Ketika kecerdasan akademik berpadu dengan pengalaman organisasi, keterampilan profesional, dan kemampuan komunikasi yang baik, maka lahirlah generasi muda yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dalam pembangunan masyarakat.
Capaian tersebut sekaligus memperkuat visi Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan Universitas Nusa Cendana dalam menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, inovatif, berdaya saing, serta mampu menjawab tantangan pembangunan nasional di era globalisasi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
