Melalui rangkaian wawancara dan diskusi, mahasiswa juga menyampaikan pandangan tentang pentingnya kesadaran setiap lembaga pemerintah untuk menanamkan nilai-nilai anti korupsi secara konsisten, sebagai langkah preventif dalam mengurangi dampak praktik korupsi di daerah.
Project ini diharapkan tidak hanya menjadi tugas akademik semata, tetapi juga menjadi gerakan edukatif yang berdampak nyata bagi masyarakat. Mahasiswa diposisikan sebagai agen perubahan yang turut mengambil bagian dalam membangun budaya integritas, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.
Manfaat dari kegiatan ini diharapkan mampu membantu pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sikka untuk semakin memahami pentingnya pencegahan korupsi sejak dini, sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan lembaga publik.
Ke depan, besar harapan agar penerapan nilai-nilai anti korupsi ini dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan, sehingga mampu membentuk karakter generasi muda yang berintegritas serta mendorong terwujudnya pemerintahan yang bersih, transparan, dan dipercaya publik.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
