Flobamoranews :
Anda dikenal sebagai sosok yang tegas dan memegang prinsip. Dalam kepemimpinan desa, ketegasan dibutuhkan, tetapi perubahan juga bisa menimbulkan perbedaan pandangan. Bagaimana Anda memastikan ketegasan itu tidak berubah menjadi konflik?
Raimundus :
Perubahan harus dilakukan tanpa kegaduhan. Ketegasan yang menjadi bagian dari karakter saya harus digunakan untuk kepentingan masyarakat, sementara pengalaman para senior tetap menjadi rujukan dalam menjalankan pemerintahan.
Menghargai senior bukan berarti generasi muda tidak boleh mengambil tanggung jawab. Setiap generasi memiliki waktunya. Sekarang saatnya generasi berikutnya mengambil estafet dan membawa Olaia menuju tata kelola yang lebih terbuka, partisipatif dan berpihak kepada masyarakat.
Flobamoranews :
Dari berbagai gagasan yang Anda sampaikan, mulai dari budaya, musyawarah, keterbukaan anggaran hingga regenerasi, semuanya bermuara pada satu gagasan: membangun Olaia tanpa sekat. Apa sebenarnya yang Anda maksud?
Raimundus :
Bagi saya, kepemimpinan bukan sekadar pergantian orang, tetapi estafet untuk melanjutkan yang baik dan memperbaiki yang belum selesai. Budaya menjadi akar, musyawarah menjadi jalan, sementara transparansi dan pemberdayaan menjadi pijakan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












