Opini  

Mengakhiri Keheningan Aset Gereja: Jalan Baru Menuju Kemandirian Pelayanan

Reporter : Nyong R Editor: Redaksi
IMG 20251020 WA0014

Tempat santai bagi jemaat dan masyarakat sekitar; bisa menjadi ruang diskusi dan pertemuan komunitas.

4. Rumah Produksi Kreatif

– Merchandise rohani

– Konten video atau podcast

– Studio foto sederhana untuk UMKM jemaat

5. Kantin Gereja

Dikelola profesional, melayani pengunjung kantor sekitar pada hari kerja.

6. Co-working Space

Ruang kelas yang kosong dapat diubah menjadi tempat kerja fleksibel dengan tarif terjangkau.

7. Layanan Kebersihan dan Perawatan Lingkungan

Unit layanan berbasis jemaat yang dapat melayani masyarakat sekitar.

8. Laundry Mini

– Menggunakan salah satu ruang yang jarang dipakai dan dikelola secara profesional.

– Semua usaha ini dapat berjalan tanpa mengganggu fungsi utama gereja.

– Menjaga Etika: Gereja Tetap Menjadi Gereja

Di tengah berbagai peluang usaha, garis etis harus tetap dijaga: pelayanan rohani tidak boleh diperjualbelikan. Gereja harus memisahkan unit usaha dari pelayanan, menjalankannya secara legal, transparan, dan profesional. Keuntungan usaha harus kembali untuk kepentingan pelayanan dan sosial. Kemandirian bukan soal bisnis, melainkan tata kelola yang sehat.



Exit mobile version