”Kami berkomitmen untuk terus menindaklanjuti apa yang sudah
dibangun. Jika masih ada kekurangan, akan terus kami perbaiki dan konsultasikan agar
kualitasnya semakin baik,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut harapan semua pihak, Pokja Pengelolaan Bentang Lahan Kabupaten TTS telah melakukan pemetaan pemangku kepentingan, serangkaian kajian, identifikasi isu, perumusan strategi intervensi, pembagian peran, serta penyusunan mekanisme pembiayaan, monitoring, dan evaluasi.
Rumusan awal ini dituangkan dalam draft dokumen Rencana Pengelolaan Bentang Lahan Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Melalui forum Konsultasi Publik, draf tersebut dipaparkan agar dapat memperoleh masukan,
kritik, dan saran dari para pemangku kepentingan. Seluruh masukan akan digunakan untuk
menyempurnakan rencana induk dan peta jalan pengelolaan lanskap berkelanjutan. Dokumen ini nantinya diharapkan dapat terintegrasi ke dalam proses perencanaan pembangunan formal Kabupaten Timor Tengah Selatan, termasuk RPJMD, Renstra OPD, RKPD, dan rencana turunan lainnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












