Olpi menjelaskan bahwa meskipun sekolah kami yang berlokasi” ya mau di bilang tidak di pinggiran juga ini di dalam kota, keterbatasan fasilitas membuat beberapa aktivitas siswa belum dapat dijalankan dengan maksimal. Untuk mengatasinya, sekolah tengah menjalankan program “One School One Product” yang mengintegrasikan elemen keahlian kejuruan ke dalam pembelajaran SMA umum.
“Kami ingin menjadikan SMA ini memiliki nilai tambah seperti SMK. Beberapa program yang kami gelar antara lain tenun, ekonomi kreatif, public speaking, musik, dan menjahit – di mana unit menjahit sudah mampu memproduksi baju secara mandiri,” jelas Olpi yang memiliki latar belakang bidang hiburan.
Selain itu, sekolah juga menyelenggarakan ekstrakurikuler seperti bola voli dan tarik suara yang disesuaikan dengan bakat siswa. “Untuk tarik suara, kami menyajikannya dalam bentuk acara menarik, seperti pertunjukan musik atau penampilan penyanyi yang juga mahir tenun. Tujuannya adalah agar siswa memiliki keterampilan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup setelah lulus,” ujarnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
