Menurut Olpi, pengembangan akan difokuskan pada ekstrakurikuler secara bertahap, dengan menjaga komunikasi berkelanjutan dengan yayasan pendukung. “Di kelas, siswa mengikuti mata pelajaran sesuai kurikulum yang berlaku, namun untuk ekskul kami fokus pada pengembangan keterampilan praktis. Namun poin penting yang harus diperhatikan adalah kekurangan fasilitas bangunan – jika jumlah siswa SMP dan SMA terus meningkat, kami tidak memiliki tempat untuk menampung mereka,” pungkasnya.
Akhirnya, Olpi menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Agape Soe atas dukungannya dan berharap para pemimpin dapat memperhatikan kebutuhan sekolah agar pendidikan berkualitas dapat terus diberikan ke masa depan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
