Momen Haru , Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bungkuk Hormat di Hadapan Ribuan Masyarakat

Reporter : Marfin Honin
IMG 20251025 WA0062

Betun – Flobamora-News.Com , Sebuah pemandangan yang menyentuh hati dan penuh penghormatan terjadi di Aula Garuda Hall, Betun, pada Jumat (24/10/2025). Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Malaka, Fransiskus Xaverius Taolin, atau yang lebih dikenal dengan sapaan akrab Ans Taolin, secara tiba-tiba turun dari mimbar dan membungkukkan tubuhnya di hadapan ribuan masyarakat yang memadati ruangan tersebut.

 

Aksi spontanitas yang sarat makna ini disaksikan langsung oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Malaka yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi NTT, Benny Chandradinata; Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malaka, Lambertus Bria; serta Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malaka, Vinsensius Apaula Kehi Lau. Selain itu, hadir pula ribuan kader dan simpatisan Partai Gerindra yang datang dari 12 kecamatan di seluruh Kabupaten Malaka.

 

Dengan suara yang terdengar bergetar namun penuh ketulusan, Ans Taolin menjelaskan bahwa tindakan tersebut merupakan simbol penghargaan tertinggi yang ia berikan kepada seluruh masyarakat Malaka. Ia menyadari betul bahwa kepercayaan dan dukungan dari masyarakatlah yang telah mengantarkan dirinya dan kader-kader Gerindra lainnya untuk duduk di kursi legislatif.

Baca Juga :  Soe,Flobamora-News.Com || [Sabtu 28/02026 || – Terkait pemberitaan yang beredar di media sosial mengenai kasus dugaan penyelewengan dana desa di Desa Spaha, Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), telah mendapatkan tanggapan dari kuasa hukum Arman Tanono S.H yang mewakili masyarakat desa setempat. Sebelumnya, Ketua Komisi I DPRD TTS telah menyampaikan bahwa pihaknya masih dalam tahap penjadwalan untuk memanggil Kepala Desa Spaha terkait kasus tersebut. Dalam pernyataannya, kuasa hukum masyarakat Desa Spaha menegaskan bahwa pihaknya menginginkan Komisi I DPRD TTS tidak menangani kasus ini secara sepihak atau sebelah mata. "Kami meminta agar Komisi I tidak hanya memanggil Kepala Desa Spaha saja, tetapi juga mengundang kami sebagai pelapor untuk bersama-sama menghadiri audensi dengan DPRD – tanpa perlu adanya permohonan khusus dari masyarakat," ujarnya. Menurut kuasa hukum tersebut, masyarakat Desa Spaha menduga bahwa kasus yang mereka laporkan tidak mendapatkan perhatian serius dari pihak berwenang. "Kami melihat seolah-olah kasus Desa Spaha justru mendapatkan 'pujian' di tangan DPRD, karena hingga saat ini belum ada tanggapan yang konkret. Bahkan Bupati TTS juga belum memberikan respon yang jelas," katanya dengan nada tegas. Ia menambahkan, pihaknya merasa bahwa pemerintah daerah dan DPRD TTS tampaknya tidak tegas terhadap Kepala Desa Spaha. "Seolah-olah PEMDA dan DPRD TTS adalah 'singa ompong' di mata Kades Desa Spaha. Sampai sekarang belum pernah ada panggilan resmi, padahal jika melihat kasus kades-kades lain yang bermasalah, Bupati dan DPRD TTS langsung mengambil tindakan dengan memanggil mereka. Namun untuk kasus Desa Spaha, semua pihak tampak diam dan membisu," jelasnya. Dalam waktu dekat, pihak masyarakat Desa Spaha juga berencana untuk bertemu langsung dengan Bupati TTS. Tujuan pertemuan tersebut adalah untuk meminta agar Bupati segera memberikan instruksi kepada Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPMD) untuk mencopot sementara Kepala Desa Spaha dari jabatannya hingga kasus dugaan penyelewengan dana desa tuntas. "Kami khawatir dan menduga bahwa oknum Kades tersebut akan menggunakan kekuasaan yang ada untuk menghalalkan segala cara demi meloloskan diri sebagai terlapor dalam kasus yang saat ini sedang ditangani Kejaksaan Negeri Soe. Ini adalah bentuk abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan) yang tidak dapat kami biarkan terus berlanjut," pungkas kuasa hukum tersebut.  


Exit mobile version