MURKA SANG IBU

Editor: Marfin
file 00000000100881fab0bba9b8bf8adcc5

Lima belas Agustus

Engkau membangunkan kami bukan dengan pelukan

melainkan gemuruh merobek senyap

yang tak sanggup lagi menahan tangis

 

Engkau memporak-porandakan Nuca Lale

menghancurkan apa yang kami bangun dengan sombong

lalu di tengah reruntuhan itu

Engkau mengumpulkan napas kami yang tercerai berai

seolah tak rela satu pun pergi

 

Setiap hentakan kakimu menggetarkan bumi

bukan untuk membunuh

tapi untuk membangunkan

dari tidur panjang kami yang penuh lupa

dari mimpi yang kami sebut kebahagiaan

 

Wahai Ibu…

seberapa perihkah hatimu

melihat kami anak-anakmu

lebih mencintai emas daripada tanah yang melahirkan

lebih takut kehilangan harta daripada kehilangan jalan pulang

 

Apakah amarahmu ini adalah satu-satunya cara

agar kami akhirnya mendengar?

 

Sudah lima belas hari

Engkau masih berdiri teguh, tak melemah

menghempas debu ke wajah kami

menunjukkan betapa kecilnya kami

betapa tak berdayanya kami

tanpa kasihmu yang selalu kami lupakan

 

Ibu…

jika amarahmu adalah harga agar kami sadar

biarlah kami tertunduk di hadapanmu



Exit mobile version