Setelah lama menjadi daerah misi yang sering hanya dikunjungi dari Solor, akhirnya diputuskan bahwa perkembangan iman umat di Pulau Timor perlu diperhatikan secara serius. Keseriusan ini ditunjukan dengan dibukanya stasi pertama Gereja Katholik untuk misi Portugis di Timor.
Mena dijadikan tempat stasi pertama di Pulau Timor karena Mena waktu itu adalah sebuah pelabuhan penting untuk perdagangan kayu cendana di pantai utara Timor. Bahkan disebut juga Mena adalah sebuah kerajaan besar di pulau Timor.
Mengutip tulisan Manuel Godinho de Eredia, Hans Hagerdal dalam bukunya Lords of the Land, Lords of the Sea (2012:30), mengatakan bahwa Mena adalah sebuah kerajaan besar di pulau Timor, dan merupakan salah satu pusat perdagangan kayu cendana.
Antara tahun 1589-1590 Pastor Frei Melkior de Antas OP datang ke Mena dan membentuk satu kelompok umat dan mendirikan gereja di situ. Disebut bahwa anak sulung Raja Mena dibawa oleh Frei Melkior de Antas OP ke Malaka untuk dididik dalam sekolah Katolik. Setelah tamat, anak sulung raja Mena langsung dipermandikan oleh Uskup Joao Ribeiro Gaio dengan nama Laurensius dan diantar kembali ke tanah airnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
