Karena raja-raja di bagian utara pulau Timor sering mendapat gangguan dari Maromak Oan, maka pada bulan Mei 1642 Visitator Frei Lucas da Crus OP, mengorganisir ekspedisi kedua dengan tujuan utama melawan Maromak OAN.
Pada tanggal 26 Mei 1642, Visitator datang dengan sejumlah tentara Portugis ke Mena dimana ia mengundang raja-raja Mena, Ambenu dan Sonbai untuk ikut ambil bagian.
Ketika di Mena, semua mereka menyaksikan upacara permandian keluarga raja Batimao (Pah Timao Amfoan) pada tanggal 20 Agustus 1642. Pada bulan September 1642 Perang melawan Maromak Oan dimulai. Kerajaan Maromak Oan diserbu, istananya dibakar, kekuasaannya dihapus, lalu Liurainya diangkat menjadi “kesel”.
Demikian untuk beberapa waktu Mena menjadi pusat kegiatan misi Portugis di Timor sebelum akhirnya berpindah ke Lifao, yang sekaligus menjadi pusat pemerintahan Portugis di akhir abad ke 17.
Bukti Mena menjai pusat misi Portugis, yaitu adanya fondasi semen yang masih ada di ujung tanjung Bastian dan sumur di pinggir laut Sumnali. Kata Sumnali sendiri menurut penuturan orang setempat berasal dari kata Seminari. Kata ini mengalami perubahan bunyi akibat dialek bahasa Dawan setempat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
