“Kami memahami bahwa dalam setiap permasalahan, pasti ada emosi yang terlibat. Namun, kami berharap agar kedua belah pihak dapat menahan diri dan mencari solusi yang terbaik, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga besar,” ujar Godlif Nilla dalam salah satu sesi mediasi.
Setelah melalui beberapa kali pertemuan, akhirnya kedua belah pihak menunjukkan itikad baik untuk berdamai. Sofia Koen bersedia memaafkan Rido Tlonaen, sementara Rido Tlonaen mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Kesepakatan damai ini kemudian dituangkan dalam sebuah surat pernyataan yang ditandatangani oleh kedua belah pihak, serta disaksikan oleh empat orang saksi yang hadir.
Momen haru terjadi di akhir proses mediasi, ketika Sofia Koen dan Rido Tlonaen saling bersalaman dan berpelukan. Air mata haru terlihat membasahi pipi keduanya, menandakan bahwa luka lama telah diobati dan hubungan keluarga kembali harmonis.
Orang tua Rido Tlonaen yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kapolsek Kolbano IPDA KETUT SUSIANA,SH dan jajaran atas upaya mediasi yang telah dilakukan. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Kapolsek dan seluruh anggota Polsek Kolbano yang telah membantu menyelesaikan masalah ini dengan cara yang baik dan bijaksana,” ujar mereka.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
