Kadin diharapkan hadir ketika petani membutuhkan kemitraan, ketika pelaku UMKM membutuhkan akses pasar, maupun ketika investor membutuhkan informasi mengenai potensi investasi di TTS.
“Hadirlah ketika orang membutuhkan akses pasar. Hadirlah ketika petani membutuhkan kemitraan. Hadirlah ketika investor membutuhkan investasi,” tegasnya.
Ia mendorong Kadin membantu menciptakan pasar bagi berbagai komoditas unggulan TTS sehingga hasil produksi masyarakat tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah dan dikembangkan menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
Bupati juga memaparkan sejumlah potensi pertanian dan perkebunan yang sedang dikembangkan pemerintah daerah bersama berbagai pihak.
Salah satu komoditas yang mendapat perhatian adalah kopi. Bupati berharap pengembangan komoditas tersebut ke depan dapat melahirkan brand kopi khas TTS yang memiliki kualitas dan daya saing di pasar yang lebih luas.
Menurutnya, pengembangan pertanian tidak cukup hanya dengan menanam. Tanaman harus dirawat dan dikelola secara serius hingga menghasilkan produk berkualitas dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












