Non vitae sed scholae discimus (“Kami mempelajari sastra bukan untuk kehidupan tetapi untuk kelas”) dengan demikian sudah menjadi keluhan, implikasinya adalah bahwa Lucilius akan mendukung pendidikan yang lebih praktis dan bahwa penguasaan sastra terlalu dilebih-lebihkan. Pada awal abad ke-19, istilah ini diubah di Hongaria dan Jerman menjadi non scholae, sed vitae discendum est (“Kita harus belajar bukan untuk sekolah tetapi untuk kehidupan
“Non scholae ” berarti “bukan untuk sekolah.” Ini menekankan bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi di dalam lingkup pendidikan formal di sekolah saja. Meskipun sekolah adalah tempat penting untuk belajar, hal itu bukanlah satu-satunya sumber pengetahuan.
“Sed vitae ” berarti “melainkan untuk kehidupan.” Ini menegaskan bahwa pembelajaran sejati terjadi sepanjang kehidupan dan dalam berbagai aspek kehidupan. Pembelajaran tidak hanya terbatas pada pengetahuan akademis, tetapi juga meliputi pengalaman hidup, tantangan, dan pengalaman pribadi.
“Discimus” berarti “kita belajar.” Ini menunjukkan bahwa pembelajaran adalah suatu proses aktif dan terus-menerus. Semangat dalam motto ini adalah untuk terus mencari pengetahuan dan belajar dari pengalaman sehari-hari.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












