Opini  

Pompa Daya Beli, Nafas Baru Ekonomi Rakyat

Reporter : Nyong R Editor: Redaksi
IMG 20251020 WA0014

Setiap kenaikan gaji ASN sebesar 10 persen, misalnya, dapat meningkatkan konsumsi rumah tangga sekitar 0,3 hingga 0,5 persen. Dengan lebih dari 4,3 juta ASN aktif dan 2,8 juta pensiunan, dampak totalnya terhadap sirkulasi uang di pasar domestik mencapai puluhan triliun rupiah. Ini berarti dana segar langsung masuk ke ekonomi riil, menggerakkan perdagangan, jasa, dan UMKM di berbagai daerah.

Namun, persoalannya bukan hanya bagaimana memompa, tetapi di mana uang itu mengalir. Jika stimulus fiskal hanya berhenti di konsumsi kelas menengah atas seperti belanja impor, gaya hidup digital, atau produk non-lokal, maka efek penggandanya menjadi rendah. Karena itu, desain kebijakan daya beli harus disertai mekanisme penyaring kebocoran ekonomi agar dana berputar di sektor domestik yang padat karya.

Daya Beli dan Struktur Kelas Menengah

Kelas menengah Indonesia kini berada pada titik rawan. Setelah pandemi, banyak keluarga yang dulunya “mapan” kini menjadi “nyaris miskin”, masih bekerja tetapi kehilangan daya beli akibat kenaikan harga pangan, biaya energi, dan cicilan. Inilah yang disebut kelas menengah rapuh (fragile middle class).



Exit mobile version