Bahkan menurut pengakuan Josep, pihak sekolah juga telah meminta keterlibatan tuan tanah. Namun, yang bersangkutan juga belum bersedia bergabung karena sedang bekerja sebagai nelayan cumi di laut.
“Kami sudah mencoba mencari orang-orang di sekitar sekolah untuk masuk dalam panitia. Tetapi masyarakat di Kampung Mbadokai sebagian besar petani dan nelayan, sehingga mereka tidak bisa bergabung karena sedang bekerja,” kata Josep, sebagaimana disampaikan pada 29 September 2026.
Pihak sekolah kemudian mencoba meminta bantuan warga dari wilayah sekitar lainnya. Namun, menurut Josep, warga yang diminta juga tidak dapat bergabung karena sedang bekerja pada pembangunan tiga gereja di lokasi berbeda.
Dalam kondisi tersebut Josep akhirnya meminta Johanis untuk menjadi ketua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).
Kepsek Mengaku Sudah Dipanggil untuk Klarifikasi
Josep juga mengungkapkan bahwa dirinya sebelumnya telah dipanggil oleh pihak dewan untuk memberikan klarifikasi terkait pelaksanaan pembangunan sekolah tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
