Lebih dalam lagi, ia memperingatkan bahwa kebijakan suntik likuiditas besar-besaran berisiko menekan nilai tukar rupiah, mendorong modal keluar, dan meningkatkan tekanan inflasi. “Kalau kebijakan melampaui logika ekonomi, maka yang terguncang bukan hanya pasar, tapi juga kepercayaan publik,” ujarnya.
Dari sudut pandang moral-intelektual, Ferry menilai keberanian finansial tanpa dasar kalkulasi makro yang matang bisa menimbulkan efek domino—melemahkan kredibilitas fiskal dan kestabilan moneter jangka panjang.
3. Titik Temu: Strategi Hybrid
Kedua pandangan ini sebenarnya bisa saling melengkapi. Purbaya Effect menghadirkan keberanian fiskal, sementara kritik Ferry membawa kewaspadaan makro. Dalam konteks pemulihan ekonomi yang penuh ketidakpastian, yang dibutuhkan bukan ekstrem kiri atau kanan, melainkan strategi hybrid—kombinasi keberanian dan kehati-hatian.
Pertama, penyaluran dan pengawasan harus diperkuat. Likuiditas besar hanya efektif bila benar-benar mengalir ke sektor produktif, bukan berhenti di neraca bank besar atau proyek elitis. Pemerintah bisa meniru pola credit guarantee Korea Selatan, di mana penyaluran dana dijamin sebagian oleh negara untuk mendorong kredit UMKM. Dengan begitu, risiko perbankan turun, tapi arah dana tetap terkendali.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
