Sebelum Dili, Timor Leste Punya Ibu Kota yang Lain

Catatan Sejarah 28 November Timor Timur Merdeka dari Portugis

Rakyat Timor Portugis mulai berhitung soal kemerdekaan. Mereka mendirikan partai-partai politik, antara lain União Democrática Timorense (UDT)—bentukan sejumlah tuan tanah kaya bekas kolaborator Portugal, Frente Revolucionária de Timor-Leste Independente (FRETILIN)—kelompok yang hendak memperjuangkan kemerdekaan Timor Leste, dan Associacão Popular Democratica Timorense (APODETI) yang ingin Timor Leste bergabung dengan Indonesia.

Perselisihan politik tidak terhindarkan dan konflik bersenjata segera menyusul. Mario Lemos Pires, gubernur Timor Portugis, kewalahan. Pada 28 November 1975, FRETILIN mendeklarasikan kemerdekaan Timor Leste dari Portugis.

Kemerdekaan ini tak bertahan lama. Dua minggu setelah mencium aroma kemerdekaan, Timor Leste mendapat gempuran Tentara Nasional Indonesia. Tepatnya, pada tanggal 17 Juli 1976, Indonesia secara resmi menyatakan Timor Leste, dengan nama Timor Timur, telah jadi provinsinya yang ke-27.

Para pejuang kemerdekaan Timor Leste pun kembali harus menghadapi penjajah baru. Akhirnya, pada tanggal 20 September 1999 pasukan penjaga perdamaian International Force for East Timor (INTERFET) tiba dan mengakhiri hal ini. Pada 20 Mei 2002, Timor Timur diakui secara internasional sebagai negara merdeka dengan nama Timor Leste dengan sokongan luar biasa dari PBB. (Richi Anyan)



Exit mobile version