Kesulitan ekonomi yang dialami para guru semakin bertambah karena banyak di antara mereka yang memiliki anak-anak yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Seorang guru yang memiliki tiga anak kuliah mengaku merasa sangat terbebani. “Anak-anak saya membutuhkan uang untuk makan, transportasi, dan kebutuhan belajar lainnya. Saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mencukupi kebutuhan mereka, namun dengan kondisi hak saya yang belum dibayarkan, rasanya sangat sulit. Kadang-kadang saya harus meminjam uang dari keluarga atau teman hanya untuk menyambung hidup dan biaya pendidikan anak-anak,” ujarnya dengan suara yang sedikit bergetar.
Para guru di TTS berharap agar pemerintah daerah, provinsi, dan pusat bisa segera melakukan koordinasi yang erat untuk menemukan akar masalah dari keterlambatan pembayaran hak-hak tersebut dan segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikannya. Mereka menegaskan bahwa pembayaran hak yang tepat waktu tidak hanya akan membantu memperbaiki kondisi ekonomi para guru, tetapi juga akan meningkatkan semangat kerja dan kualitas pendidikan di kabupaten TTS
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
