Opini  

Sekolah yang Menghafal, Bukan Memahami: Akar Masalah Pendidikan Kita

IMG 20251013 WA0050
Laurensius Bagus

Contoh dari Lapangan

Di beberapa sekolah alternatif yang tumbuh di daerah-daerah, kita bisa melihat praktik yang berbeda. Misalnya, di satu sekolah desa di Flores, guru biologi tidak mengajar dengan buku teks, tetapi mengajak murid meneliti sumber air di sekitar kampung. Mereka belajar tentang ekosistem, debit air, dan dampaknya bagi kehidupan warga. Dari situ lahir pemahaman yang konkret—sains yang berakar pada realitas, bukan hafalan definisi.

Contoh kecil seperti ini menunjukkan bahwa pendidikan berbasis pemahaman bukan utopia. Ia mungkin, asal ada keberanian untuk melepaskan diri dari sistem yang terlalu administratif.

Membangun Ulang Paradigma

Akar persoalan pendidikan kita bukan sekadar kurikulum, tapi paradigma. Selama kita memandang pengetahuan sebagai tumpukan fakta, bukan proses pencarian, selama itu pula pendidikan kita akan menghasilkan lulusan yang pandai menghafal tapi gagap memahami dunia.

Kita perlu membangun ulang cara pandang: bahwa sekolah adalah tempat berpikir, bukan tempat mencatat. Bahwa guru adalah pembimbing dialog, bukan penjaga kebenaran. Bahwa nilai bukan tujuan, melainkan konsekuensi dari proses belajar yang jujur.



Exit mobile version