Ia menilai dukungan operasional diperlukan agar pengawasan dapat dilakukan secara rutin, termasuk menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai dugaan penyimpangan dalam penyaluran BBM bersubsidi.
Persoalan yang menjadi perhatian tidak hanya menyangkut aktivitas pengisian BBM berulang kali, tetapi juga dugaan penjualan kembali BBM dengan harga jauh di atas harga pembelian awal.
Dalam informasi yang beredar, masyarakat di wilayah Molo Barat disebut harus membayar hingga Rp350.000–Rp370.000 untuk satu jeriken Pertalite berisi 25 liter melalui pelansir.
Selain Pertalite, harga Solar juga menjadi sorotan. Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam diskusi, Solar yang disebut diperoleh dengan harga Rp6.800 per liter diduga dijual kembali seharga Rp60.000 untuk satu jeriken berisi lima liter.
Informasi mengenai harga tersebut masih perlu dikonfirmasi secara independen, termasuk waktu dan lokasi transaksi, pihak yang melakukan penjualan, serta asal BBM yang diperjualbelikan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












