Soroti Dugaan Pelansiran BBM di TTS, Yabes Nubatonis Minta Pemda Evaluasi Tim Pengawasan

Avatar photo
lv 0 20261011183808

 

Dalam diskusi pengawasan BBM itu, turut muncul dugaan adanya kendaraan yang menggunakan pelat nomor atau dokumen yang tidak sesuai dengan identitas kendaraan sebenarnya. Bahkan, terdapat klaim mengenai kendaraan yang mampu mengisi BBM dalam jumlah besar hingga disebut mencapai 1.000 liter per hari.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

 

Namun, informasi mengenai penggunaan identitas kendaraan dan volume pengisian tersebut masih memerlukan verifikasi serta penelusuran oleh instansi berwenang.

 

 

Yabes menilai masyarakat biasa berpotensi menjadi pihak yang paling dirugikan apabila distribusi BBM tidak diawasi secara efektif. Terlebih, BBM merupakan kebutuhan penting bagi warga yang tinggal jauh dari pusat pelayanan dan bergantung pada kendaraan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

 

“Kasihan masyarakat biasa yang jadi korban. Mau mengisi BBM di Pertamina selalu tidak dapat pelayanan, tetapi untuk pelansir selalu dapat bagian,” ungkapnya.

 

Ia berharap keluhan masyarakat tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan pihak terkait. Menurutnya, pengawasan harus memastikan masyarakat yang berhak memperoleh BBM bersubsidi tidak dirugikan oleh dugaan pengisian berulang maupun praktik penjualan kembali dengan harga tinggi.