Kolbano, Flobamora-News.Com. || 26 November 2025 – Gelombang kekecewaan dan tanda tanya besar meliputi Desa Spaha, Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, seiring dengan mencuatnya dugaan praktik korupsi dalam proyek pembangunan jalan rabat tani. Investigasi mendalam yang dilakukan oleh tim media menemukan sejumlah kejanggalan yang mengarah pada indikasi penyimpangan anggaran dan kualitas pekerjaan yang jauh dari standar yang ditetapkan.
Proyek jalan rabat beton yang seharusnya menjadi urat nadi perekonomian warga di Dusun Satu dan Dua, Desa Spaha, kini justru menjadi sumber kekecewaan. Bagaimana tidak, jalan yang baru saja selesai dibangun pada tahun sebelumnya, kini sudah menunjukkan kerusakan yang sangat parah. Kondisi ini memicu pertanyaan besar di benak masyarakat mengenai kualitas pekerjaan dan transparansi penggunaan anggaran yang mencapai ratusan juta rupiah.
Menurut penuturan sejumlah warga, proyek ini terkesan dikerjakan asal-asalan tanpa mengindahkan kualitas dan ketahanan jalan. Material yang digunakan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan. Akibatnya, jalan rabat beton tersebut mudah retak, berlubang, dan bahkan sebagian sudah hancur total. Kondisi ini sangat menghambat aktivitas pertanian dan transportasi warga, terutama saat musim panen tiba.
Salah seorang tokoh masyarakat Desa Spaha yang juga merupakan anggota Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Kaci Tefbana, mengungkapkan kekecewaannya atas kondisi jalan rabat yang sangat memprihatinkan. Ia menduga bahwa panjang jalan yang dibangun tidak sesuai dengan yang tertera dalam dokumen kontrak. “Kami berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan pengukuran ulang dan audit terhadap proyek ini,” ujarnya dengan nada geram.
Selain itu, Kaci juga menyoroti masalah pembayaran hak-hak pekerja yang hingga saat ini belum diselesaikan oleh pihak kontraktor. “Kami sudah berulang kali menanyakan masalah ini kepada pihak-pihak terkait, namun tidak ada kejelasan. Jika hak kami tidak segera dibayarkan, kami tidak akan segan-segan untuk menempuh jalur hukum,” tegasnya.
Menanggapi permasalahan ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Timor Tengah Selatan, Cristian Tlonaen, menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencari solusi terbaik. Ia menegaskan bahwa hak-hak pekerja harus diutamakan dalam setiap pelaksanaan proyek pembangunan di desa. “Kami akan segera memanggil pihak kontraktor dan pemerintah desa untuk membahas masalah ini. Jika terbukti ada penyimpangan, kami akan menindak tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya saat diwawancarai oleh tim media.
Sementara itu, Kepala Desa Spaha hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi terkait dengan permasalahan ini. Upaya konfirmasi yang dilakukan oleh tim media melalui pesan WhatsApp tidak mendapatkan respons. Pesan yang dikirimkan telah dibaca, namun tidak ada balasan hingga berita ini diturunkan. Sikap bungkam Kepala Desa Spaha ini semakin menambah kecurigaan masyarakat terhadap adanya praktik korupsi dalam proyek pembangunan jalan rabat tani tersebut.
Kasus dugaan korupsi proyek jalan rabat tani di Desa Spaha ini menjadi sorotan publik dan menjadi ujian bagi pemerintah daerah dalam menegakkan supremasi hukum dan memberantas praktik korupsi di tingkat desa. Masyarakat berharap agar kasus ini segera diusut tuntas .( Marfin )
.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












