Opini  

Strategi Resiprokal Menangkal Kepongahan ‘Crazy Cowboy” Trump

IMG 20250330 204527

ASEAN Untung, atau Malah Buntung?
Tak seremeh itu, membalas tarif resiprokal dengan tarif timbal balik. Tak semudah itu pula AS menerima negosiasi dari negara-negara yang diduga bakal terdampak, seperti India, Argentina, Indonesia, Thailand, Arab Saudi, Brasil, Turki, serta Vietnam dan Thailand. Dua negara terakhir dianggap memiliki “PDB paling berisiko”.

Tapi China mungkin paling kesal dengan polah Trump menaikan tarif bea masuk. Sebab, ternyata diam-diam Trump mengincar Tiktok. Tenggat waktu keputusan China untuk melepas atau mempertahankan Tiktok, adalah tanggal 5 April 2025. Mepet waktunya. Diduga, China bakal menolak, dan Tiktok yang juga diincar oleh Jeff Bezos, bakal dilarang di AS.

Tak heran ketika negara-negara yang kena getok tarif resiprokal AS masih mikir-mikir, China sudah bereaksi: mengenakan tarif retaliasi sebesar 34% kepada semua produk impor AS (4/3/2025) sejak 10 April 2025 mendatang. Alasan China, ”Praktik AS ini tidak sejalan dengan aturan perdagangan internasional (WTO), sangat merugikan hak dan kepentingan sah China, dan merupakan praktik intimidasi unilateral yang khas,” bunyi pernyataan Komisi Tarif Dewan Negara China, dilansir dari CNN.
Lain lagi dengan Singapura yang kena tarif resiprokal 10% dari AS.



Exit mobile version