Menteri Perdagangan dan Wakil Perdana Menteri Singapura, Gan Kim Yong, mengatakan bahwa Singapura tidak akan memberlakukan tindakan balasan terhadap tarif dasar 10% dari AS. Sebab, ada langkah lain yang tersedia di bawah Perjanjian Perdagangan Bebas AS-Singapura. “Kami telah memutuskan untuk tidak melakukannya, karena memberlakukan bea masuk pembalasan hanya akan menambah biaya impor kami dari AS,” katanya. Singapura agak santai, karena memang sudah sejak lama ia bertindak sebagai “perantara dagang”. Mengerti maksud saya kan?
Vietnam yang bergantung pada impor AS khususnya LNG dan mobil, merespons kebijakan Trump dengan menetapkan tarif 0% untuk impor AS ke Vietnam. Diwakili oleh Bui Thanh Son, salah satu dari beberapa wakil perdana menteri Vietnam: membuat kesepakatan untuk mengurangi tarif barang-barang AS menjadi 0%.(https://www.businessinsider.com/vietnam-ready-negotiate-us-import-tariffs-trump-2025-4?utm_source=chatgpt.com) Geo ekonomi dan Geostrategi.
Adakah Peluang bagi Indonesia?Hendaknya kita membaca “kado Lebaran” yang tak elok dari Trump ini, tak hanya menggunakan kacamata ekonomi. Melainkan secara geopolitik.
Pertama, yang merasakan kenaikan harga tarif resiprokal 32% untuk produk Indonesia yang masuk ke AS, adalah konsumen AS. Sebab harga barang kita di sana menjadi lebih mahal 32%. Kita sebagai pengekspor, tak membayar kenaikan tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
