Signal pertama, pernyataan Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi NTT sebagaimana dilansir kupang.tribunnews.com, Minggu (10/02/2019), bahwa Partai Golkar telah menjaring bakal calon kepala daerah dan bakal calon kepala daerah jauh-jauh hari sebelum Pileg dan Pilpres, April 2019 dengan maksud agar para bakal calon diuji kemampuannya untuk berkontribusi mendukung Partai Golkar di Pileg dan Pilpres.
“Satu lagi kriteria yang cukup penting ialah kesediaan para balon untuk membantu Golkar NTT memenangkan Pilpres mendatang”, kata Lakalena kala itu.
Merujuk pada petunjuk atau signal ini, maka dari ketiga figur: SN, SBS dan KT, SN sudah pasti tidak memenuhi kriteria yang dimaksudkan Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi NTT, Emanuel Melkiades Lakalena. Mengingat, dalam Pileg kemarin, SN sendiri berjuang untuk dirinya sendiri sebagai Caleg DPR RI dari Partai lain melawan Lakalena sendiri dan Caleg lain dari Partai Golkar.
Sedangkan SBS, walau berada di posisi netral sebagai seorang Kepala Daerah dan non partai (kala itu), telah membuktikan kapasitas dan kinerjanya. Partai Golkar menjadi pemenang di DPRD Kabupaten Malaka dengan perolehan 8 kursi. Di DPRD Provinsi, walaupun wakil dari Kabupaten Malaka belum berhasil meraih kursi, tetapi dengan perolehan suara caleg asal Kabupaten Malaka, Drs. Bria Yohanes yang mendekati 17 Ribu suara, kapasitas SBS tidak bisa serta-merta diragukan. Untuk DPR RI, perolehan suara Caleg Partai Golkar di Kabupaten Malaka juga tidak bisa dibilang jelek.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
