Kinerja dan kontribusi KT bagi Partai Golkar dalam Pileg dan Pilpres April lalu memang tidak diragukan, mengingat KT adalah seorang Kader dan Anggota DPRD dari Partai Golkar. Tetapi, tidak munculnya nama KT dalam Pileg 2019 tentu memjadi tanda tanya bagi publik Malaka. Jarang ada anggota DPRD tidak mencalonkan diri lagi. Kalau ini terjadi maka penyebabnya kalau bukan pertimbangan pribadi maka karena pertinbangan partai. Dan jika ini terjadi karena pertimbangan partai maka ada hal kurang baik yang berkaitan dengan pribadi yang bersangkutan atau Partai memandang yang bersangkutan tidak memiliki nilai jual dibanding kandidat lain.
Signal ke Dua, pernyataan Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi NTT, Emanuel Melkiades Lakalena, sebagaimana dilansir LikuraiOnline.com, Rabu (07/08/2019), bahwa Partai Golkar akan memperioritaskan kadernya sendiri dalam Pilkada serentak 2020 mendatang.
Merujuk pada signal ini, maka lagi-lagi SN tidak memenuhi kriteria tersebut, mengingat SN sendiri adalah kader Partai Perindo. Sedangkan SBS dan KT adalah kader Partai Golkar, yang (kata Lakalena) menjadi prioritas bagi Partai Golkar dalam memutuskan siapa yang akan diusungnya dalam Pilkada.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
